TIFFANEWS.CO.ID – Wilayah Merauke, Ibukota Papua Selatan kembali dilanda banjir setelah hujan deras yang mengguyur sejak Jumat malam (4/3/2025) hingga Sabtu pagi (5/3/2025). Sejumlah lokasi, termasuk pesisir pantai Lampu Satu dan pemukiman pusat kota, terendam air dengan ketinggian mencapai betis orang dewasa, mempengaruhi kehidupan masyarakat sehari-hari.
Banjir yang melanda kali ini bukanlah yang pertama di tahun 2025. Sebelumnya, pada 6 Januari 2025, Merauke juga mengalami hal serupa. Namun, meskipun banjir kerap terjadi setiap tahun, upaya penanggulangan dan perbaikan infrastruktur tampaknya masih jauh dari harapan.
Warga Jalan Kimaam yang terdampak langsung oleh banjir mengungkapkan kekecewaannya terhadap pemerintah daerah. Menurut mereka, masalah banjir ini sudah disuarakan berkali-kali, namun tidak ada tindak lanjut yang signifikan.
“Dari dulu ini sering terjadi, tolong lihat saluran-saluran air yang sudah lama tidak dikelola dengan baik,” ungkap salah seorang warga setempat.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh warga lain yang menyatakan bahwa saluran air yang dibangun bertahun-tahun lalu kini banyak yang tidak berfungsi dengan baik. Banyak yang menilai, seharusnya masalah infrastruktur ini sudah mendapatkan perhatian serius dari pemerintah, mengingat dampaknya yang semakin besar terhadap kehidupan warga.
“Saluran-saluran air yang dulu dibangun banyak yang sudah tidak berfungsi. Sudah berulang kali kami menyampaikan hal ini ke pemerintah, tetapi hingga kini masalah ini belum juga teratasi,” tambah warga lain.
Para warga berharap, kali ini suara mereka benar-benar didengar. Mereka menuntut agar pemerintah segera melakukan perbaikan saluran air dan infrastruktur yang dapat mengurangi dampak banjir, serta mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Mereka juga berharap adanya sistem pemantauan yang lebih baik, serta respons yang cepat dan efektif jika bencana serupa terjadi lagi.
Banjir yang terjadi beberapa kali dalam setahun menunjukkan ketidakmampuan sistem drainase yang ada untuk menanggulangi volume air yang masuk ke kota. Oleh karena itu, banyak yang mendesak agar pemerintah daerah serius melakukan evaluasi dan perbaikan infrastruktur yang lebih komprehensif.
Hal ini menjadi peringatan bagi pemerintah daerah untuk lebih serius mengelola infrastruktur dasar yang langsung memengaruhi kesejahteraan masyarakat. Warga berharap, dengan meningkatnya kesadaran terhadap masalah ini, Merauke dapat terbebas dari ancaman banjir yang terus-menerus menghantui. (Ron)